Aku tidak sepenting itu. Kamu juga tidak sepenting itu. Kita semua, pada akhirnya, tidak sepenting itu. Ada kecenderungan dalam diri manusia untuk merasa menjadi pusat dari banyak hal. Tatapan orang lain terasa seperti penilaian. Diam seseorang terasa seperti sindiran. Perubahan sikap dianggap respons terhadap keberadaan kita. Padahal sering kali, hidup orang lain berjalan karena keputusan mereka sendiri, bukan karena kita. Tidak semua yang mengarah pada kita benar-benar tentang kita. Gerak-gerik manusia lahir dari isi kepalanya, dari luka dan ambisinya, dari pikirannya sendiri yang kadang bahkan tidak berkaitan dengan kita. Seseorang bisa saja terlihat seperti sedang membicarakan kita, padahal ia hanya sedang membicarakan peristiwa. Kebetulan saja kita ada di dalamnya. Kebetulan saja nama kita terseret di situ. Kita terlalu sering mengira dunia bereaksi atas keberadaan kita. Padahal sebagian besar waktu, dunia hanya sibuk dengan dirinya sendiri. Ini bukan tentang merendahkan diri. Buk...