Setiap manusia adalah sebuah peta yang rumit, lengkap dengan zona-zona terlarang yang ditandai dengan tanda bahaya yang mungkin tidak terlihat oleh mata awam. Ada titik-titik nadir di masa lalu, sebuah pengkhianatan kecil, ketidakpastian yang traumatis, atau kata-kata yang pernah menghancurkan kepercayaan diri, yang jika disentuh, akan memicu reaksi defensif yang instan. Mempelajari peta ini bukanlah tentang menjadi seorang psikolog amatir yang berusaha "memperbaiki" masa lalu orang lain. Bukan juga tentang berjalan di atas kulit telur dengan rasa takut yang berlebihan. Menghafal trauma adalah tentang kehati-hatian yang penuh kesadaran. Ada ketenangan yang lahir saat seseorang mulai paham bahwa ada topik-topik tertentu yang sebaiknya tidak diungkit, ada pola perilaku yang memicu kecemasan yang sebaiknya dihindari, dan ada cara-cara tertentu dalam berkomunikasi yang harus disesuaikan agar tidak membentur tembok pertahanan yang telah dibangun sejak lama. Ini adalah bent...