Aku sering mendengarnya dalam sebuah percakapan yang mulai mendalam. Sebuah kalimat yang tiba-tiba terputus, atau pendapat yang buru-buru ditarik kembali tepat sebelum ia menjadi terlalu tajam. Ada semacam ketakutan yang tidak terucap, seolah-olah jika mereka menunjukkan betapa luasnya lanskap di dalam kepala mereka, ruangan ini akan menjadi terlalu sempit bagi orang lain. Seolah-olah, untuk dicintai, mereka harus terlebih dahulu menjadi sedikit lebih "sederhana". Dunia luar mungkin menuntut mereka untuk tidak terlalu berisik, tidak terlalu ambisius, atau tidak terlalu pintar. Dan sayangnya, banyak pria yang memang merasa terancam oleh cahaya yang terlalu terang. Mereka lebih nyaman dengan lilin yang redup daripada matahari yang menyingkap segala sudut gelap di dalam diri mereka sendiri. Bagiku, itu adalah sebuah tragedi yang sunyi. Aku tidak pernah mencari seseorang yang bersedia memangkas sayapnya hanya agar bisa berjalan sejajar denganku. Justru, ada sebuah gravita...