Aku sering melihatnya dalam sebuah percakapan yang canggung. Sebuah anggukan kecil yang diberikan saat hatinya sebenarnya ingin menggeleng. Sebuah kata "ya" yang diucapkan dengan nada yang sedikit bergetar, seolah-olah dia sedang memikul beban yang bukan miliknya hanya agar orang lain tidak merasa kecewa. Banyak yang dibesarkan dengan gagasan bahwa menjadi "baik" berarti harus selalu tersedia. Bahwa mencintai berarti harus melupakan diri sendiri, dan bahwa memiliki batasan adalah bentuk dari keegoisan. Terutama bagi mereka yang sedang belajar menata hidup di usia-usia yang penuh tuntutan ini. Ada ketakutan yang sunyi: Jika aku berhenti menyenangkan semua orang, apakah masih ada yang tersisa untuk mencintaiku? Bagiku, tidak ada yang lebih melelahkan daripada melihat seseorang yang kehilangan dirinya sendiri demi menjaga perasaan dunia. Aku justru menemukan sebuah daya tarik yang luar biasa. Sebuah gravitasi yang nyata, pada mereka yang tahu di mana dirinya berakh...