Ada kutukan yang datang bersama dengan reputasi "kuat". Begitu orang-orang di sekitarmu melabeli dirimu sebagai sosok yang bisa diandalkan, sebagai pilar yang tidak tergoyahkan, kamu kehilangan hak untuk lelah. Dunia menganggap pilar itu statis. Pilar tidak boleh mengeluh, tidak boleh bergeser, dan tentu saja, tidak boleh retak. Jika pilar menunjukkan tanda-tanda kelemahan, seluruh bangunan yang ia topang akan panik. Mereka akan berteriak tentang ketidakstabilan, tentang bahaya keruntuhan, dan tentang betapa "tidak biasanya" kamu yang selama ini kokoh, tiba-tiba terlihat rapuh. Maka, kamu pun belajar menjadi ahli dalam menyembunyikan beban. Kamu menopang ekspektasi keluarga, beban mental teman, atau ambisi orang-orang terdekat di atas bahumu, sementara di dalam dirimu sendiri, fondasinya sedang bergetar. Kamu menambal setiap retakan struktural dengan kesibukan, bekerja lebih keras, mendengarkan lebih banyak, dan menjadi lebih stoik. Kamu melakukan "perawa...