Aku telah berhenti menghitung berapa banyak badai yang telah kulalui. Sebagian datang tanpa undangan, sebagian lagi adalah konsekuensi dari jalan yang kupilih sendiri. Aku tidak lagi merasa perlu untuk terkejut pada pusaran atau gelombang besar yang mencoba meruntuhkan keseimbanganku. Jika hidup ini adalah sebuah pelayaran yang keras, maka aku telah selesai dengan fase ketakutan akan tenggelam. Aku tidak hanya sekadar bertahan, aku sedang menjalani proses pemadatan yang tidak semua orang mampu menanggungnya.
Aku menyadari ada sebuah keheningan yang luas setelah badai reda. Banyak orang menyebutnya kehampaan, namun bagiku, ini adalah sebuah kejernihan yang mutlak. Aku tidak lagi mencari rasa menang atau kalah, karena aku memahami bahwa bertahan bukanlah sebuah jalan menuju hadiah, melainkan tujuan itu sendiri. Aku tidak lagi menuntut hidup untuk memberiku upah berupa kebahagiaan yang riuh atau kelegaan yang dramatis. Bayaran yang kuterima jauh lebih berharga: kemampuan untuk tetap berdiri tegak saat harapan tidak lagi menjadi sandaran utama.
Mungkin aku memang kehilangan rasa yang dulu sering membuatku berisik. Namun, kehilangan itu adalah sebuah evolusi. Aku tidak lagi digerakkan oleh ledakan emosi yang sesaat. Aku digerakkan oleh integritas. Kekuatan yang kupupuk selama ini tidak sedang membawaku ke sebuah dermaga asing untuk dirayakan, ia sedang membawaku kembali ke pusat diriku sendiri. Aku adalah subjek yang telah teruji, yang tidak lagi membutuhkan validasi dari hasil akhir untuk merasa berarti.
Aku tidak lagi bertanya sedang menuju ke mana atau untuk apa semua ketahanan ini dilakukan. Aku adalah jawaban dari pertanyaan itu sendiri. Setiap luka yang mengering dan setiap lelah yang kutelan telah membentuk sebuah wibawa yang tidak bisa dibeli dengan kenyamanan. Aku terus melangkah bukan karena aku masih berharap pada keajaiban, tetapi karena aku adalah nakhoda yang telah menyatu dengan lautnya. Aku tidak lagi menunggu untuk sampai, karena di setiap jengkal ketenangan yang kupunya sekarang, aku sudah tiba.
Komentar
Posting Komentar