Aku tidak lagi mencari ruang di tempat yang dangkal. Kedalaman bagiku bukan sebuah kutukan atau pengasingan, melainkan sebuah koordinat di mana aku telah selesai dengan segala bentuk kepura-puraan. Banyak yang mencari gemuruh di permukaan, sementara aku memilih untuk menetap dalam ketenangan yang memiliki massa. Riak kecil yang kau lihat saat menatapku bukanlah tanda dari kelemahan, melainkan sisa-sisa dari gelombang besar yang telah berhasil kukendalikan di bawah sana.
Jangan berharap mengenalku hanya dengan berdiri di tepian. Aku adalah arsitektur yang tidak disiapkan untuk mereka yang terburu-buru. Nilai tertinggi yang kupunya tidak akan pernah berteriak meminta perhatian, ia hanya akan terasa sebagai keteduhan bagi jiwa-jiwa yang sudah lelah dengan segala bisingnya dunia. Aku tidak menarikmu dengan cahaya yang menyilaukan, aku menarikmu dengan gravitasi yang jujur. Di dalam duniaku, kau tidak akan menemukan kilau palsu, melainkan sebuah kejernihan yang menuntut keberanian untuk dihadapi.
Aku sering dianggap pasif, padahal aku hanya sedang menjadi selektif. Aku menolak untuk menjadi gemuruh yang merusak ekosistem ketenangan orang lain tanpa alasan yang mendesak. Kehati-hatianku bukan lahir dari rasa takut ditolak, melainkan dari penghormatanku terhadap ruang batin. Aku tidak sedang mencari siapa pun untuk menyelamatkanku dari kesunyian ini, karena aku adalah kesunyian itu sendiri. Sebuah pelabuhan bagi mereka yang sudah cukup dewasa untuk berhenti mengejar apa yang sekadar berkilau.
Dunia mungkin terus berlari melewati kedalaman yang kupunya, dan aku tidak merasa kehilangan apa pun. Aku tidak menuntut untuk diingat atau dirayakan oleh kerumunan yang hanya bisa melihat permukaan. Bagiku, kedalaman bukan sebuah permintaan untuk ditenggelamkan, melainkan sebuah tawaran untuk menetap. Aku berdiri di sini, tidak lagi bertanya siapa yang akan datang menyelam, karena aku tahu bahwa hanya mereka yang memiliki kejujuran yang setaralah yang akan menemukan jalan pulangnya di duniaku.
Komentar
Posting Komentar