Aku telah membaca banyak hal: struktur logika yang kaku, narasi yang tertata, hingga diam yang paling tajam. Namun, aku memahami bahwa ada satu wilayah yang tidak bisa didekati dengan alat ukur yang sama: dinamika wanita. Aku berhenti memposisikan mereka sebagai teka-teki yang harus dipecahkan atau halaman rumit yang harus ditafsirkan. Bagiku, mereka adalah manifestasi dari aliran. Sesuatu yang tidak butuh rumus, melainkan membutuhkan kehadiran yang utuh. Dunia sering terjebak dalam upaya membaca setiap sinyal sebagai hitam atau putih. Padahal, di balik setiap kata dan diam wanita, terdapat gradasi yang hanya bisa ditangkap oleh pria yang sudah selesai dengan kegaduhan logikanya sendiri. Aku tidak lagi merasa asing saat menghadapi perubahan musim di dalam diri mereka. Seorang pria yang memiliki pusat gravitasi yang kuat tidak akan tersesat hanya karena arah angin berubah; dia justru menjadi titik koordinat yang tetap tegak di tengah gelombang batin yang jarang benar-benar sunyi. Ke...
Komentar
Posting Komentar