Aku telah menghapus kata "seharusnya" dari kamus batinku. Dulu, aku mungkin tergoda untuk menulis bahwa kita semestinya bertemu lebih awal, namun sekarang aku menyadari bahwa itu adalah penghinaan terhadap proses pendewasaan yang sedang kujalani. Jika kita bertemu sebelum aku melewati badai-badai ini, aku mungkin tidak akan memiliki kedalaman yang cukup untuk benar-benar memahamimu. Pertemuan kita tidak terlambat; ia sedang menunggu momen presisi di mana aku sudah cukup stabil untuk menjadi pelabuhanmu.
Aku tidak lagi mencari dengan rasa cemas, pun tidak menunggu dengan kepasrahan yang kosong. Aku sedang sibuk membangun duniaku sendiri, memastikan bahwa saat perjalanan kita bersinggungan nanti, aku adalah pria yang sudah memiliki pusat gravitasi yang kokoh. Aku tidak butuh kisah cinta yang sensasional atau dramatis; aku mencari sebuah resonansi yang tenang antara dua manusia yang sudah berhenti mencari validasi dari dunia luar. Pertemuan kita bukan tentang "saling melengkapi" karena kita kurang, melainkan tentang "saling merayakan" karena kita telah utuh.
Cerita tentang bagaimana kita akhirnya sampai pada satu titik yang sama tidak perlu terburu-buru dituliskan sekarang. Biarlah ia menjadi narasi sunyi yang kita diskusikan nanti. Bukan dengan gejolak yang meledak-ledak, melainkan dengan ketenangan seorang pria dan wanita yang tahu harga dari sebuah kehadiran. Aku tidak lagi menebak-nebak siapa dirimu atau di mana kau berada. Menebak hanya akan menguras energi yang seharusnya kugunakan untuk mematangkan diri.
Maka, pesanku untukmu sama dengan pesan untuk diriku sendiri: hiduplah dengan integritas yang tinggi. Jadilah manusia yang bermakna dan berdaulat atas kebahagiaanmu sendiri. Aku tidak ingin kita bertemu sebagai dua pengungsi yang mencari perlindungan, melainkan sebagai dua pengembara yang telah menemukan arah dan memilih untuk berjalan bersisian.
Pertemuan kita akan menjadi sebuah momen yang berwibawa. Sebuah persimpangan antara dua sejarah yang telah teruji. Saat saat itu tiba, kita tidak akan terkejut, karena kita tahu bahwa setiap langkah sunyi yang kita ambil hari ini memang bertujuan untuk membawa kita pada satu ketenangan yang sama. Sampai saat itu tiba, aku akan terus berjalan dengan punggung yang tegak, menjaga cahaya di dalam jiwaku agar tetap jernih saat kau menemukannya nanti.
Komentar
Posting Komentar