Apa yang salah jika ini harus menjadi yang ketiga kali?
Satu, dua, tiga bukan sekadar urutan angka, juga bukan statistik kegagalan.
Meski menyakitkan, setidaknya aku tumbuh.
Aku merasa beruntung masih bisa mencinta, meski telah dua kali kehilangan.
Kali ini mungkin tidak berbeda, tapi aku tetap ingin mencoba sebaik yang aku bisa.
Jika yang ketiga ini berhasil, mungkin bukan karena aku lebih pandai mencinta,
melainkan karena waktu akhirnya berpihak.
Aku ingin percaya, menyalahkan waktu adalah kesalahan terbesarku selama ini.
Maka kali ini, aku memilih percaya saja.
Ketika harapan datang lagi, aku tidak akan menolaknya.
Apa pun hasilnya nanti, setidaknya masih ada sesuatu yang hidup
di tubuh manusia yang pernah kecewa ini:
keberanian untuk mencoba lagi.
Komentar
Posting Komentar